Enjoy My Blog

Wednesday, November 23, 2016

Doaku pada-Nya

ya Allah..
hari ini aku bersedih
hari ini aku terluka
bukan karena persoalan yang rumit
hanya saja susah untuk ku terima

ya Allah..
dalam hati rasanya ingin menangis terisak-isak
tapi disini aku bersama mereka yang kucinta
tak kuasa mengeluarkan duka di depan mereka
cukup aku dan Engkau saja yang merasa
supaya tak ada hati yang terluka

ya Allah..
hati ini semakin sesak
selalu disalahkan walau aku tak sepenuhnya salah
tapi karena mereka kucintai,
maka kupilih untuk diam dan mengalah

ya Allah..
batin ini terasa sesak,
kuping ini terasa panas,
badan ini menjadi lemas
karena aku tak tahu harus berbuat apa
kuatkan hati ini ya Allah

Air

air..
beningmu bagikan prmata yang berharga
yang selalu dicari manusia untuk kepentingan segalanya
sejukmu bagaikan udara pagi yang belum terkena polusi
yang menyegarkan pikiran dan hati juga menyehatkan jasmani
air...
banyak yang membutuhkanmu
tapi juga banyak yang menghamburkanmu
walau kami tau kau tak pernah habis
tapi kami takkan buatmu menangis
karna ulah kami yang egois

air..
kami takjub akan keindahan dan manfaatmu
terkadang kau banyak bagaikan laut
dan sedikit bagaikan tetesan embun
kami takjub akan siklusmu
siklusmu bagaikan rotasi bumi yang tak pernah berhenti berputar
agar kehidupan kami tetap berjalan
terima kasih air..
jasamu sungguh takkan terbalaskan

Bintang

bintangku..
kelap-kelip cahayamu
menghiasi langit malam
dengan beraneka warna tuhan

bintangku..
kau selalu menemaniku
disaat malam datang
dan saat matahari telah pulang

bintangku..
bersinarlah terus sepanjang malam
agar langit tak kelam
disaat aku memandang

Sahabat lamaku

Sahabat...
kita itu sama cuma sedikit berbeda 
dulu kita sering bersama
dan menghabiskan waktu berdua
tapi kini semua berbalik fakta,
sekarang kita beda dengan sedikit sama
dan sekarang kita jalani hidup kita sendiri
dengan suasana hati sunyi

sahabat...
dari sini ku berdoa
agar kita bisa berjumpa
untuk jalani waktu bersama
seperti saat dulu kala
namun sempat ku terpaku
dan tenggelamku dalam sendu
tak dapat kucari seperti dirimu
tuk jadi sahabatku
tapi ku tak mau tenggelam dalam duka lebih lama
dan kini ku temukan sahabat baru
walau tak seperti dirimu
tapi semua itu takkan menggantikan sayangku kepadamu
karna namamu takkan terganti dibagian hati ini

Air

air..
beningmu bagikan prmata yang berharga
yang selalu dicari manusia untuk kepentingan segalanya
sejukmu bagaikan udara pagi yang belum terkena polusi
yang menyegarkan pikiran dan hati juga menyehatkan jasmani
air...
banyak yang membutuhkanmu
tapi juga banyak yang menghamburkanmu
walau kami tau kau tak pernah habis
tapi kami takkan buatmu menangis
karna ulah kami yang egois

air..
kami takjub akan keindahan dan manfaatmu
terkadang kau banyak bagaikan laut
dan sedikit bagaikan tetesan embun
kami takjub akan siklusmu
siklusmu bagaikan rotasi bumi yang tak pernah berhenti berputar
agar kehidupan kami tetap berjalan
terima kasih air..
jasamu sungguh takkan terbalaskan

Bintang

bintangku..
kelap-kelip cahayamu
menghiasi langit malam
dengan beraneka warna tuhan

bintangku..
kau selalu menemaniku
disaat malam datang
dan saat matahari telah pulang

bintangku..
bersinarlah terus sepanjang malam
agar langit tak kelam
disaat aku memandang

Akhiri asa

Kutitipkan segala kekhawatiran dan kegelisahan ku
Tak sanggup lagi aku merasakan
Hal yang menyita tawa dan menguras rasa
Hingga tak ada bahagia yang tersisa

Diam bagai bumerang bagiku
Membunuh segala harapan dan penantian
Dikala tujuan tak kunjung tercapai
Serta pengabdian tak kunjung terbayar

Ku tempatkan kekecewaan dan rasa bersalah
Pada wadah yang dalam
Lagi tak berujung
Agar tak muncul seperti asa semula

Jejak Bara

Belum hilang
semua yang berlalu
Lagi, kau bakar
siang-malam menjadi bara
Tapi maaf
Aku sudah terbiasa
Hingga jejak bara
dapat ku kenal
Semoga kau dapat membersihkan
Jejak bara yang tersisa
Karena aku hanya melihat
tanpa peduli

Suara Sunyi

Awan hitam melukis
langit putih
Burung gagak
terbang
dengan letih
Debu debu jalanan
tersorot lampu kota
Lalu lalang kendaraan
seperti riuh ombak samudra
Suara suara yang
tak sampai kepada kata
Adalah doa sunyi yang maha 
Hembusan nafas
serpihan perih 
Menebarkan kemurnian
cinta dengan lirih 
Pohon pohon yang
tenang merunduk sepi 
Sinar rembulan menelanjangi malam  Keruh air code tak bisa bersembunyi 
Tiga ekor belibis berbaris
menjadi saksi 
Gelapnya gua cermai mengurung kesunyian 
Rumput rumput liar
menutupi batu batu 
Harapan dan luka
selalu menyatu
Dan sejarah selalu
bercengkrama
dengan waktu

Diam

Kemarin kita berjumpa
Tetapi sama-sama tak bersua..
Kemarin kita tersenyum bersama
Tetapi hal itu tak lama..
Kemarin kita juga
bertatapan
Tetapi sama-sama
memalingkan..
Kemarin kita duduk
bersama
Tetapi terhalang
jarak yang berirama..
Kau lihat? Mentari itu..
Dia menertawakan
kita Dan kau dengar?
Burung-burung itu..
Mereka membicarakan
kita Kau tahu kenapa??
Mentari telah
menghangatkankan
suasana Tetapi kau,
membekukannya
Burung-burung telah
memeriahkan suasana
Tetapi kau,
kembali mengheningkannya..
Bukan aku yang salah..
Tetapi keangkuhanmu
kepada dunia..
Yang tak mau
mengakui kiranya
Ada sesuatu di antara kita
Lalu kita berdua sama–sama
terluka…